BAHAYA ROKOK

Penelitian di Inggris : Merokok Menjadi Sebab Timbulnya Stres Kronis

Diposting pada Sabtu, 19-06-2010 | 04:22:57 WIB

Para perokok berat sering mengatakan kalau mereka membutuhkan rokok untuk mengatasi beban yang menekan saraf mereka, walaupun ternyata studi Inggris justru membuktikan sebaliknya.

Para ahli kesehatan menemukan stres yang sudah masuk tingkatan kronis dapat teratasi setelah seorang perokok meninggalkan kebiasaan merokoknya.

Sebuah studi dari 469 perokok yang mencoba berhenti setelah dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung mengungkapkan kalau mereka yang meninggalkan kebiasaan merokok selama satu tahun dilaporkan mengalami penurunan tingkatan stres yang signifikan.

Stres pada dasarnya tidak berubah di antara para pasien penyakit jantung yang kembali merokok, begitu laporan yang dirilis para peneliti dari Sekolah Kedokteran dan Kedokteran Gigi London. Laporan mereka mendukung teori kalau setidaknya untuk beberapa orang, aktivitas merokok benar-benar memberikan andil besar terhadap stres kronis.

“Perokok sering melihat rokok sebagai media untuk mengatasi stres, sedangkan seorang mantan perokok kadang-kadang juga masih percaya kalau rokok akan membantu mengatasi lika-liku kehidupan mereka yang penuh tekanan.” kata seorang peneliti kesehatan, Peter Hajek.

Namun hasil penelitian yang Hajek kerjakan bersama koleganya menunjukkan kalau orang yang bukan perokok cenderung mengalami stres dengan tingkatan yang lebih rendah dibandingkan para perokok.

Dari hasil penelitian tersebut juga terungkap sebuah petunjuk kalau seseorang akan rentan terhadap stres karena terlalu berlebihan dalam merokok, disamping itu merokok ternyata dapat menimbulkan stres jangka panjang.

Hajek sendiri mendapati 85 persen dari 469 orang yang menjadi obyek penelitian timnya semula yakin kalau merokok akan membantu mereka menghadapi stres. Setengah dari mereka bahkan mengatakan kalau dengan banyak merokok, maka tekanan hidup yang mereka hadapi akan teratasi.

Tapi satu tahun kemudian, ketika para peserta penelitian disurvei kembali, ternyata 41 persen dari mereka sudah berhenti merokok.

Hajek dan koleganya menjelaskan, sejumlah orang yang telah berhenti merokok melaporkan kalau tingkatan stres yang mereka alami mulai menurun. Sementara pasien yang kembali merokok menunjukkan perubahan kecil dalam masalah stres yang mereka hadapi.

Para peneliti mengatakan, hasil penelitian tersebut mendukung gagasan kalau ketergantungan kepada rokok justru merupakan sumber munculnya stres yang kronis.

Dari temuan tersebut, Hajek juga menegaskan kalau berhenti merokok tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik saja, tapi juga bermanfaat untuk kesejahteraan mental.[muslimdaily.net/yn]

Posted on Mei 27, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: